Dinas Pertanian Pemkab Sleman Pastikan Stok Pupuk Aman

Home / Berita / Dinas Pertanian Pemkab Sleman Pastikan Stok Pupuk Aman
Dinas Pertanian Pemkab Sleman Pastikan Stok Pupuk Aman Acara koordinasi distribusi pupuk.

TIMESJOGJA, YOGYAKARTA – Kepala Dinas Pertanian Pemkab Sleman, Heru Saptono mengemukakan bahwa musim tanam tahun ini mengalami kemunduran.

"Seharusnya musim tanam sudah dimulai Desember lalu. Tapi karena perubahan musim maka Januari Februari ini mulai memasuki musim tanam, dan dapat dijamin bahwa ketersediaan pupuk baik organik maupun non organik sangat mencukupi," kata Heru, Rabu (15/1/2020) kepada para wartawan dalam acara koordinasi distribusi pupuk.

Heru menambahkan bahwa saat ini usaha pertanian harus mendapatkan subsidi untuk berbagai unsurnya termasuk unsur pupuknya .

"Dari pengalaman di lapangan jika seorang petani memiliki satu hektar sawah saja maka diperlukan biaya sekitar 6 hingga 8 juta rupiah. Sedangkan jika di kalkulasi pendapatan dengan hasil panen maka para petani dapat menghasilkan gabah sebanyak 2 ton dan jika di kalkulasi maka petani akan mendapatkan sisa sekitar 2 juta untuk sekali panen dengan jangka waktu 4 bulan. Hal ini sangat minim sehingga sangat diperlukan subsidi," jelas Heru.

Wakil ketua DPRD DIY, Huda Tri Yuana mengemukakan bahwa DPRD DIY sedang menginisiasi Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Petani DIY. Salah satunya ialah perlindungan petani dari kerugian hingga afirmasi penggunaan pupuk organik.Perda juga dimaksudkan untuk memberikan payung hukum jelas dalam upaya mempertahankan lahan produktif DIY.

“Perda perlindungan petani akan kita bahas triwulan pertama dan ini inisiatif DPRD DIY. Petani kita kan lahannya kecil, jadi dirasa kurang menguntungkan. Ketertarikan petani untuk alih fungsi lahan juga sangat besar. Maka itu petani harus kita suport. Keterjaminan tidak rugi sepanjang tahun misalnya asuransi petani, asuransi gagal panen juga ini yang kita kedepankan,” papar Huda .

Ilham Dharmawan, selaku perwakilan daerah Petrokimia untuk DIY  memastikan pihaknya mendukung adanya kebijakan Pemda DIY untuk menggalakkan penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik di DIY menurut dia mengalami kenaikan pada 2019 lalu khususnya di wilayah Sleman

“Kami siap atas kebijakan DPRD Provinsi dan Dinas Pertanian Pemkab Sleman untuk pupuk organik. Kami siap menyediakan stok. Kami juga terus lakukan pengadaan di tiga gudang kami. Pupuk jenis organik yakni Petroganik 650 ton saat ini ketersediaannya. Ketika ditekankan lagi untuk organik selain kimia, kami siap karena di Sleman sudah naik 80 persen untuk tahun 2019 dari 500 ton ke 950 ton,” terangnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com