Korban Jiwa Susur Sungai Sempor Jadi 9 Orang, 1 Siswa Belum Ditemukan

Home / Berita / Korban Jiwa Susur Sungai Sempor Jadi 9 Orang, 1 Siswa Belum Ditemukan
Korban Jiwa Susur Sungai Sempor Jadi 9 Orang, 1 Siswa Belum Ditemukan Suasana pencarian siswa korban susur sungai di Sungai Sempor, Donokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. (FOTO: Fajar Rianto/TIMES Indonesia)

TIMESYOGYAKARTA, YOGYAKARTA – Korban jiwa kegiatan susur sungai siswa SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Donokerto Turi Sleman, Yogyakarta bertambah menjadi sembilan orang.

“Pagi ini ada dua lagi korban yang ditemukan, meninggal dunia di titik yang berbeda beda," Kabid Humas Polda DIY AKBP Kombes Pol Yuliyanto disela-sela memantau jalannya pencarian korban susur sungai, Sabtu (22/2/2020).

Yuli menambahkan, dua korban siswi SMPN 1 Turi Sleman itu ditemukan di Dam Bubrah dan kawasan Lengkong Sleman. Yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Satu korban langsung dibawa ke Puskesmas Turi Sleman dan satu lainnya masih dalam perjalanan.

“Dengan temuan dua korban ini, jadi masih ada satu siswa lagi yang masih hilang dan sedang terus dicari petugas gabungan," ujarnya.

Data terakhir pagi ini Sabtu (22/2) yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY sebelumnya merinci dari peristiwa itu total ada 249 siswa ikut dalam kegiatan susur sungai itu. Terdiri dari kelas 7 sebanyak 124 siswa dan kelas 8 sebanyak 125 siswa.

Dari data tersebut, siswa peserta terkonfirmasi selamat ada 216 siswa, menderita luka luka 23 siswa, dan yang ditemukan meninggal dunia siswa per pukul 11.00 WIB ada sembilan orang. Adapun siswa yang masih hilang  dan belum ditemukan ada satu siswa.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito di lokasi kejadian mengatakan sebanyak 851 personel SAR gabungan diterjunkan dalam pencarian hanyutnya siswa di Sungai Sempor, Pedukuhan Dukuh, Desa Donokerto, Turi, Sleman.

“Info yang saya terima jumlah keseluruhan peserta 249. Kemudian yang selamat 239. 7 ditemukan meninggal, kita semua berduka. Dan tiga masih kita cari. Kita semuanya konsentrasi melakukan pencarian semua unsur, total 851 personel," ujarnya.

Sebelumnya korban yang masih belum ditemukan atas nama Yasinta Bunga, Zahra Imelda, dan Nadine Fadilah.

Bagus mengatakan kondisi medan berbatu dan memiliki relung menjadi kesulitan tersendiri petugas mencari korban. Namun, dia optimistis personel yang diterjunkan bisa bekerja optimal dan menemukan semua korban.

“Memang ada kesulitan sungai yang berbatu dan ada semacam embung atau relung di dalamnya ini tapi ini ada tim ketiga yang sudah turun dan akan dilaksanakan," ucapnya terkait peristiwa hanyutnya siswa SMPN 1 Turi saat kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor, Jumat sore 21 Februari 2020. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com