Pemkab Sleman Tanggapi Informasi Isu Jaring Pengaman Sosial di Tengah Wabah Covid-19

Home / Berita / Pemkab Sleman Tanggapi Informasi Isu Jaring Pengaman Sosial di Tengah Wabah Covid-19
Pemkab Sleman Tanggapi Informasi Isu Jaring Pengaman Sosial di Tengah Wabah Covid-19 Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman Dra Shavitri Nurmala Dewi MPA. (FOTO: Istimewa)
Fokus Berita

TIMESYOGYAKARTA, SLEMAN – Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Sleman (Pemkab Sleman) Dra Shavitri Nurmala Dewi MPA angkat bicara perihal beredarnya informasi di media sosial (medsos) dan kalangan masyarakat mengenai jaring pengaman sosial di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19.

Menurutnya, sampai saat ini Pemkab Sleman belum melakukan isolasi wilayah terkait kondisi wabah Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Sleman. Sehingga UU Nomor 6  Tahun 2018 yang mengatur jatah hidup (jadup) belum diberlakukan.

Selain itu, hingga kini Sleman masih terus mensosialisasikan sosial distancing dan menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germass) kepada masyarakat. Ia berharap, masyarakat dapat melaksanakan hidup sehat dan selalu meningkat imunitas diri dengan makan yang berserat, gizi, dan vitamin.

“Masyarakat dapat mengkonsumsi tumbuhan dan empon-empon tidak apa-apa. Masyarakat juga harus bisa menunda kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang banyak,” kata Shavitri Nurmala Dewi atau yang akrab disapa Evie.

Menurutnya, Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa. Tentu, dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Jadi, Pemkab Sleman selalu meminta kepada masyarakat selalu menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari virus corona atau covid-19,” terang Evie. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com