Agar Pilkada Hemat Anggaran, Ini Saran Sekjen Partai Gelora

Home / Berita / Agar Pilkada Hemat Anggaran, Ini Saran Sekjen Partai Gelora
Agar Pilkada Hemat Anggaran, Ini Saran Sekjen Partai Gelora Sekjen Partai Gelora, Mahfuz Sidik menyarankan Pilkada yang hemat anggaran dan efisien. (FOTO: Partai Gelora for Times Indonesia)
Fokus Berita

TIMESJOGJA, YOGYAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pilkada Serentak 2020 dituntut untuk membuat terobosan model Pilkada yang hemat dan efensien. Mengingat kondisi ketidakpastian perekonomian Indonesia saat ini di tengah pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPN Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik memberikan beberapa saran atas permasalahan tersebut.

"Kalau di tengah kondisi saat ini tetap melaksanakan pilkada dengan pola hight cost, maka menjadi tidak rasional dan tidak logis. Karena itu jalan tengahnya harus dicari oleh KPU, jangan hanya membelanjakan APBN saja ," kata Mahfuz dalam keterangannya kepada TIMES Indonesia, Rabu (1/7/2020).

Sementara dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini menurut Mahfuz hasil Pilkada juga tidak serta merta memperbaiki kondisi masyarakat di daerah. Apabila tidak ada terobosan, Mafhuz menyarankan sebaiknya Pilkada diundur hingga 2021.

"Resikonya akan banyak Plt (pelaksana tugas). Tetapi, kewenangan Plt ini tidak bisa mengambil keputusan strategis di daerahnya. Jadi, jangan sampai malah jadi menggangu kepentingan masyarakat yang lebih besar," tuturnya.

Menurut mantan anggota dewan fraksi PKS itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa saja menerbitkan Perppu untuk memperpanjang masa jabatan kepala daerah.

Apabila Pilkada digelar pada 2021 agar tidak ada Plt dan kepala daerah tetap dapat mengambil keputusan stategis.

"Presiden bisa terbitkan Perppu untuk memundurkan Pilkada 2021. Bisa diberikan penjelasan mengenai perpanjangan masa jabatan kepala daerah mengenai kondisi khusus Covid-19," paparnya.

Namun apabila Pilkada tetap dilakukan pada 9 Desember 2020 maka KPU perlu merumuskan terobosan yang efisien dan mencegah penyebaran Covid-19, seperti tidak ada kampanye tatap muka, mendatangi pemilih saat pencoblosan, dan lain-lain.

"Terobosannya seperti apa itu yang harus dirumuskan KPU, saya tidak tahu. Tapi perlu ada terobosan jika Pilkada tetap digelar 2020 seefisien mungkin dan hemat anggaran," kata Mahfuz Sidik Sekjen Partai Gelora Indonesia itu. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com