Korlantas Polri dan PT Jasa Raharja Lakukan Kajian Laka Lantas di DIY

Home / Berita / Korlantas Polri dan PT Jasa Raharja Lakukan Kajian Laka Lantas di DIY
Korlantas Polri dan PT Jasa Raharja Lakukan Kajian Laka Lantas di DIY Psikolog Fakultas Psikologi UI, Dr. Laras (kanan) ketika akan mewancarai responden. (FOTO: Ahmad Tulung/TIMES Indonesia)

TIMESYOGYAKARTA, YOGYAKARTAKorlantas Polri bersama PT Jasa Raharja (Persero) dan Universitas Indonesia (UI) melakukan kajian laka lantas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kajian tersebut untuk mengetahui penyebab kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh human error atau manusia. Penelitian ini berlangsung pada 12 - 14 September 2019 di Aula Kantor Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini menghadirkan Tim Psikolog dari Kampus Universitas Indonesia (UI), Divisi Pelayanan PT Jasa Raharja (Persero) pusat, Perwakilan Korlantas Polri, dan para korban kecelakaan laka lantas di Yogyakarta.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) cabang DIY, Akhdiyat Setya Purnama berharap kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan output yang bermanfaat bagi  masyarakat Yogyakarta dan Jasa Raharja.

“Kami selalu menyambut baik dan upaya-upaya yang tentunya untuk bagaimana mengendalikan dan menangani secara cepat korban kejadian laka lantas itu dengan lebih baik,” kata Akhdiyat.

Anggota Korlantas Polri, AKBP Firdaus mengatakan faktor penyebab terjadinya kecelakaan laka lantas ada banya seperti human error (manusia), faktor kendaraan, faktor jalan dan lingkungan. Prioritas kegiatan ini khusus pencegahan laka lantas dari faktor human error.

“Jadi kegiatan hari ini meliputi pertama wawancara kepada para korban laka lantas, kedua melakukan pengisian oleh 50 responden dan semua kuisioner disiapkan oleh Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. 50 responden ini terdiri dari 25 orang pengendara sepeda motor dan 25 orang pengemudi mobil,” terang Firdaus.

Nah, setelah itu para peneliti akan melakukan wawancara kepada pelaku lalu lintas, pelaku laka lantas yang akan diadakan di Polresta Yogyakarta. Termasuk mewawancarai kepada para petugas yang menangani laka lantas tersebut. Dengan demikian, ada 5 pelaku laka lantas yang akan diwawancara, 5 anggota polantas yang bertugas di bagian operasional lapangan. Mereka akan diminta bercerita perilaku masyarakat Yogyakarta dalam berlalu lintas.

“Dari hasil wawancara kepada para korban, pelaku, anggota polisi dan hasil dari pengisian kuisioner itu akan digali sama ahli phisikologi untuk kemudian outputnya akan mengeluarkan rekomendasi. Nah, rekomendasi itu akan dikeluarkan bersifat nasional,” tutur Firdaus

Selain itu, salah satu rekomendasinya akan diserahkan ke stakeholder baik itu pihak perhubungan, pekerjaan umum, jasa raharja dan polisi lalu lintasnya, berbuat apa. Jadi masing-masing provinsi nanti akan berbeda karakteristik budayanya.

“Untuk tahun 2019 ini ada 7 provinsi di mana tiap-tiap provinsi itu karakternya berbeda-beda. Misalnya, di Yogyakarta karakternya tentu beda dengan yang di Sumatera,” ungkapnya

Menurut Dr. Laras, Psikolog Fakultas Psikologi UI menyatakan kecelakaan laka lantas itu sangat kompleks. Pihaknya akan menggali persepsi dari sisi manusia. Sebab, peristiwa kecelakaan faktornya banyak seperti infrastruktur, kendaraan dan manusia.

Peneliti juga akan melihat dari faktor manusia seperti melihat persepsi kejadian dari sisi korban kecelakaan itu apa yang terjadi. “Apakah ada kemungkinan terjadi kesalahan dari kedua belah pihak,” jelas Laras.

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas ada yang ringan hingga berat, tetapi bukan berarti kecelakaan yang ringan bisa tidak diacuhkan.

"Jadi, kita tetap harus memberikan perhatian juga pada kecelakaan-kecelakaan yang kecil karena itu justru yang terjadi hampir setiap hari,” ungkap Laras, dosen psikologi UI ini saat ditemui kantor PT Jasa Raharja cabang DIY. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com