Menag RI Sebut Keluarga Kunci Ketahanan Bangsa

Home / Berita / Menag RI Sebut Keluarga Kunci Ketahanan Bangsa
Menag RI Sebut Keluarga Kunci Ketahanan Bangsa Menag RI, Lukman Hakim Saefudin saat launching Pusat Layanan Keluarga (Pusaka) Sakinah bersama Kampung Zakat dan Wakaf di Komplek Kantor Bupati Bantul. (FOTO: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

TIMESYOGYAKARTA, YOGYAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Lukman Hakim Saefudin mengatakan, keluarga memegang peranan strategis dalam menciptakan ketahanan berbangsa. Sebab, keluarga merupakan satuan terkecil dalam kehidupan berbangsa.

“Bertolak dari fakta ini maka menciptakan ketahanan kelurga menjadi sebuah keharusan,” kata Menang RI Lukman Hakim Saefudin saat launching Pusat Layanan Keluarga (Pusaka) Sakinah bersama Kampung Zakat dan Wakaf di kompleks Kantor Bupati Bantul, Kamis (12/9/2019). 

Menurut Lukman, sejak 4 tahun lalu Kementerian Agama RI melalui Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai perpanjangan tangan memprioritaskan program ketahanan keluarga. Terdapat 5.945 KUA di Indonesia yang siap menjadi garda terdepan dalam mensukseskan program ini, melalui kegiatan bimbingan pra nikah dan pembekalan calon pengantin. 

“Berbasis di kecamatan maka gerakan KUA akan sangat efektif,” terang Lukman.

Sebagai konsekuensi dari program ini, Lukman meminta jajaran KUA untuk meningkatkan profesionalitas dalam menjawab semakin tingginya tuntutan masyarakat terhadap akses layanan publik. Sehingga, tidak muncul citra buruk terhadap KUA akibat kurang profesionalnya salah satu oknum pegawai KUA.

Sebab, di era informasi ini semua pihak dapat mengamati secara langsung kinerja pemerintah. Satu kesalahan akan langsung dapat diketahui masyarakat dari sabang hingga merauke bahkan oleh dunia global.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah Kanwli Kementerian Agama DIY, Nadhif mengatakan, program Pusaka Sakinah bertujuan melahirkan keluarga sakinah. Dengan sasaran calon pasangan suami istri yang akan membina keluarga. Melalui pembekalan mulai bidang akhlak hingga ekonomi diharapkan tercipta ketahanan dalam setiap keluarga baru. 

Terkait dengan pembekalan bidang ekonomi maka dibutuhkan sentuhan melalui program zakat dan wakaf. Sebab berdasarkan data nasional dari potensi zakat Rp 217 triliun baru sekitar Rp Rp 10 triliun yang dapat dihimpun.

Sekretaris Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Tarmizi Tohor memastikan akan mengoptimalkan pengumpulan zakat. Selanjutnya, zakat yang terkumpul akan digunakan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga di kampung zakat. Melalui program pelatihan dan pemberian modal. Saat ini sudah terbentuk kampung zakat di 13 provinsi termasuk DIY.

“Selama ini pengelolaan zakat belum terpadu. Sehingga, hasilnya kurang optimal,” terang Tarmizi saat menghadiri launching Pusat Layanan Keluarga (Pusaka) Sakinah yang dihadiri Menag RI Lukman Hakim Saefudin. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com