PT Jasa Marga Akan Perketat Perlakuannya Terhadap Truk ODOL

Home / Berita / PT Jasa Marga Akan Perketat Perlakuannya Terhadap Truk ODOL
PT Jasa Marga Akan Perketat Perlakuannya Terhadap Truk ODOL Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat meninjau uji coba di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9, Minggu (22/9/2019). (FOTO: Istimewa)

TIMESYOGYAKARTA, JAKARTA – PT Jasa Marga akan perketat pengawasan truk yang Over Dimension dan Overload (truk ODOL) dan ke depan di sejumlah tol akan dipasang kamera pendeteksi dan bila ketahuan akan ditilang dan dikeluarkan dari tol.

Untuk mengawalinya, akhir tahun 2019 ini, pintu masuk tol Jabodetabek akan dipasangi kamera pendeteksi truk yang over dimension dan overload itu.

PT Jasa Marga, Direktorat Jendral Perhubungan Darat dan Kepolisian juga telah melakukan uji coba di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019).

Hasilnya enam truk yang diukur, empat diantaranya melebihi kapasitas. Truk tersebut langsung ditilang pihak kepolisian dan ditempeli stiker untuk memberitahu petugas lainnya bahwa kendaraan truk sudah melebihi kapasitas.

Saat meninjau ujicoba itu,  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Kementerian Perhubungan terus melakukan penertiban untuk truk ODOL. "Tahun 2020, diharapkan tidak ada lagi truk yang melebihi kapasitas di ruas jalan tol demi menjaga keselamatan pengguna jalan yang lain," tegasnya.

"Nantinya, dengan rekaman saja sudah diketahui kalau ada truk ODOL. Mereka harus menyingkir dari jalan tol. Jadi prosesnya lebih cepat," kata Menhub.

Pihaknya selama ini telah melakukan pengukuran 3 kali dalam seminggu. "Semula 70 persen kendaraan ODOL melewati tol, sekarang sudah menurun menjadi 40 persen. Kami harapkan ini menjadi satu kesadaran kita bersama terutama pemilik barang dan pemilik truk supaya menaatinya," ujarnya.

Data dari PT Jasa Marga, sampai dengan Juni 2019, dengan komposisi rata-rata kendaraan Non Gol I (Truk) yang masuk jalan tol hanya sebesar 8,81%. Tetapi berdampak pada kecelakaan sebanyak 45,93% (melibatkan kendaraan angkutan barang) di ruas tol milik PT Jasa Marga (Persero).

Faktor pengemudi dominan penyebab kecelakaan (84%), faktor kendaraan (15%), dan faktor lingkungan hanya 1%. Untuk penertiban truk ODOL yang dilaksanakan mulai tahun 2018 hingga Juni 2019 diperoleh hasil: Pelanggaran kelebihan muatan/overload (39,86%), Over dimension (1,66%) dan ketidaklengkapan dokumen (5,01%) dan yang tidak melanggar (53,47%).

Itulah sebabnya, PT Jasa Marga akan perketat pengawasan truk ODOL, bahkan ke depan di sejumlah tol akan dipasang kamera pendeteksi dan bila ketahuan akan ditilang dan dikeluarkan dari tol. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com