Radio Persatuan Bantul

Bupati Bantul Gulirkan Program Kambing Induk Wajib Bunting

Home / Ekonomi / Bupati Bantul Gulirkan Program Kambing Induk Wajib Bunting
Bupati Bantul Gulirkan Program Kambing Induk Wajib Bunting Bupati Bantul Suharsono (dua dari kanan) saat melihat proses pemberian Inseminasi Buatan (IB) pada kambing betina yang siap bunting. (FOTO: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

TIMESYOGYAKARTA, YOGYAKARTABupati Bantul Suharsono tak ingin ketersediaan kambing dan domba di wilayahnya menipis. Hal ini seiring tingginya kebutuhan daging kambing untuk sate. Nah, untuk mengatasi masalah tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggulirkan Program Kambing Induk Wajib Bunting (KIWAB).

“Tingginya kebutuhan daging kambing menjadi peluang bagi masyarakat Bantul. Peluang ini harus dimanfaatkan masyarakat Bantul dengan beternak kambing,” kata Suharsono.

Menurutnya, kebutuhan kambing untuk warung sate di Kabupaten Bantul mencapai 700 ekor per hari. Kebutuhan ini masih dipenuhi oleh peternak dari luar Kabupaten Bantul.

“Kita harus tanggap. Peluang ini jangan disia-siakan,” terang Suharsono.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan Perikanan dan Kelautan (DP3K) Pemkab Bantul, Joko Waluyo mengatakan, Program KIWAB mengadopsi Program Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB) yang digulirkan pemerintah pusat.

Sama seperti SIWAB, Program KIWAB akan menerapkan Inseminasi Buatan (IB) kepada kambing betina yang siap bunting.

“Program KIWAB akan dibiayai oleh APBD Bantul. Pada tahun 2019 ini alokasi anggaran Program KIWAB untuk 2.500 ekor domba dan 2.000 ekor kambing,” kata Joko di kantornya, Kamis (15/8/2019).

Berbeda dengan program SIWAB, tingkat keberhasilannya mencapai 70 persen. Maka, untuk program KIWAB tingkat keberhasilannya hanya mencapai 40 persen. Hal ini karena kesulitan untuk menentukan tanda-tanda siap bunting pada kambing dan domba betina.

Karena itu, pihaknya berkerjasama dengan Fakultas Peternakan UGM akan memberikan hormon perangsang kebuntingan kepada kambing dan domba betina. Sehingga bisa dilakukan pemberian IB massal.

“Kita akan lakukan gertak birahi pada kambing siap bunting untuk mengoptimalkan program KIWAB,” jelas Joko yang menerangkan Program Kambing Induk Wajib Bunting ini sesuai dengan arahan Bupati Bantul Suharsono. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com