Lewat Bank Jogja, Pemkot Yogyakarta Bidik UMKM Lebih Luas

Home / Ekonomi / Lewat Bank Jogja, Pemkot Yogyakarta Bidik UMKM Lebih Luas
Lewat Bank Jogja, Pemkot Yogyakarta Bidik UMKM Lebih Luas Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi. (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESYOGYAKARTA, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta) akan membidik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bidikan ini akan dilakukan melalui Bank Jogja. Sebab, kini Bank Jogja akan lebih leluasa menyalurkan kredit seiring sejak 7 Agustus 2019 telah berubah staus.

Bank Jogja yang sebelumnya berstatus Perusahaan Daerah (PD) itu resmi beralih menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Hal ini tindak lanjut dari perda terkait kelembagaan Bank Jogja awal Agustus 2019 disahkan.

“Perubahan status Bank Jogja ini agar bisa tumbuh dan berkembang memperluas market lebih luas, khususnya UMKM,” kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi, Kamis (15/8/2019).

Perubahan status diikuti dengan bertambahnya penyertaan modal dari Pemkot sebesar Rp 250 miliar. Sehingga modal dasar yang sebelumnya Rp 100 miliar menjadi Rp 350 miliar yang akan dibayarkan bertahap hingga 2025.

Heroe mengatakan dengan pemberian modal diharapkan layanan Bank Jogja semakin kompetitif. Kepentingan Pemkot Yogyakarta atas Bank Jogja secara bisnis juga sehat dan berkembang. Sedangkan secara sosial ikut mengentaskan kemiskinan yaitu dengan memberdayakan UMKM agar punya akses modal yang murah, mudah, dan terjangkau.

“Sasaran Bank Jogja untuk memberikan pada UMKM tentu disertai dengan pembinaan, dan selama ini sudah dilakukan dan tidak ada masalah. Artinya UMKM terlayani, tetapi setoran ke PAD tetap dilakukan,” terang Heroe.

Dengan penyertaan modal Bank Jogja mendapatkan dana murah yang akan lebih kompetitif dalam memperluas marketingnya, mempunyai keleluasaan dana utk pembiayaan kepada masyarakat termasuk kepada UMKM.

“Potensi pasar Bank Jogja masih besar, selama ini dipenuhi dgn dana pihak ketiga yang tidak terlalu kompetitif. Apabila dibandingkan antara dana pihak ketiga dengan penyertaan modal, maka margin keuntungan dari penyertaan modal lebih besar, yang berarti juga setoran PAD juga lebih besar," ujar Heroe.

Selain untuk memperkuat kemampuan Bank Jogja, penyertaan modal Pemkot Yogyakarta dapat dialokasikan untuk UMKM. “Alokasi kredit untuk UMKM semakin besar,” terang Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Purwadi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com