Dalam Situasi Corona, Apakah Olahraga di Luar Rumah Berbahaya?

Home / Gaya Hidup / Dalam Situasi Corona, Apakah Olahraga di Luar Rumah Berbahaya?
Dalam Situasi Corona, Apakah Olahraga di Luar Rumah Berbahaya? Ilustrasi olahraga di luar rumah. (Foto: Freepik)
Fokus Berita

TIMESJOGJA, SURABAYA – Kegiatan olahraga di luar rumah tentunya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Di mana orang akan mendapatkan udara segar terutama saat pagi hari. Tetapi bagaimana selama pandemi virus Corona? Apakah membahayakan jika seseorang keluar untuk berolahraga?

Sebagian besar orang memilih mengikuti saran pemerintah dengan tetap berada di rumah dan menjaga jarak sosial. Namun tidak semua orang memiliki ruangan yang cukup untuk berolahraga di rumah.

Apalagi cuaca pagi hari saat musim penghujan di Indonesia, seolah terlalu sayang untuk dilewatkan. Tetapi apakah seseorang masih diperbolehkan berolahraga di luar?

Jawabannya adalah tergantung dimana Anda tinggal. Apakah seseorang tinggal di wilayah zona merah atau tidak. Begitu juga di beberapa negara, aturan mengenai jarak sosial bervariasi. Di Spanyol, Italia, India, dan Israel, orang sama sekali tidak diizinkan untuk ke luar rumah. Polisi berjaga-jaga di jalanan.

Namun beberapa negara atau wilayah, seperti Belgia dan negara bagian Bavaria, masih mengizinkan penduduknya untuk berolahraga sendirian dan tidak terlalu jauh dari rumah.

Lalu haruskah seseorang menunda olahraga untuk saat ini?

Tentu jangan. Olahraga dan aktivitas fisik lainnya sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Dokter mengatakan bahwa orang dengan pertahanan tubuh yang kuat memiliki peluang lebih tahan terhdap virus. Mengingat juga belum ada vaksin atau pengobatan untuk Covid-19, maka pertahanan tubuh sendiri harus digalakkan.

Dikutip dari DW, "Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan Anda, bahkan untuk saat seperti ini," kata Profesor Jonas Schmidt-Chanasit.

Tetapi bukankah olahraga di luar ruangan berisiko?

Kembali lagi kepada kebijakan pemerintah setempat, beberapa negara yang melarang olahraga di luar ruangan menunjukkan kemungkinan adanya risiko yang timbul darinya. Apalagi olahraga identik pada kontak sosial yang saat ini harus dihindari.

Bagi yang masih diperbolehkan keluar untuk berolahraga, seorang ahli virologi Hamburg berpesan untuk jangan menyentuh apa pun yang disentuh banyak orang. Misalnya, peralatan olahraga di taman. Dan pastikan untuk mencuci tangan setelah berolahraga.

Sementara itu dr. Aulya Adha Dini menyarankan untuk lebih baik berolahraga di dalam rumah saja. “Banyak Gerakan olahraga sederhana yang bisa dilakukan di rumah,” jelasnya.

Seperti jalan atau lari-lari kecil di rumah, push up, sit up, angkat beban, atau bahkan menyapu dan mengepel. Jika dilakukan dengan maksimal, sudah termasuk olahraga.

Lalu Kapan Waktu yang Tepat untuk Berolahraga?

Dr. Aulya menjelaskan olahraga di luar rumah bisa dilakukan kapan saja, tetapi lebih baik dilakukan saat pagi atau sore hari. Ia juga menambahkan bahwa berjemur di pagi hari sangat baik untuk pembentukan vitamin D dalam tubuh. “Lakukan 15 menit saja, sebelum pukul 9 pagi,” pungkasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com