Novotel Samator Surabaya Timur Edukasi Kanker Berbalut Keindahan Batik

Home / Gaya Hidup / Novotel Samator Surabaya Timur Edukasi Kanker Berbalut Keindahan Batik
Novotel Samator Surabaya Timur Edukasi Kanker Berbalut Keindahan Batik Perayaan Hari Batik Nasional dan Bulan Peringatan Kanker Payudara di Novotel Samator Surabaya Timur, Jumat (11/10/2019). (Foto : Istimewa)

TIMESYOGYAKARTA, SURABAYANovotel Samator Surabaya Timur mengadakan kegiatan sharing session dengan tema Beauty in Strength. Dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional dan Bulan Peringatan Kanker Payudara. 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti Embran Nawawi, Fashion Designer, dr. Santi Septika, Sp.Rad dokter spesialis kanker dari Rumah Sakit Siloam Surabaya, Roza perwakilan dari penyintas kanker payudara dan dr. Irmadita Citrashanty, SpKK, dari Surabaya Skin Centre.

Semenjak dinobatkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, penggemar batik makin meningkat dan penggunaan kain batik pun saat ini menjadi bagian gaya hidup masyarakat. 

Namun, tidak banyak orang yang mengetahui dan paham mengapa batik bisa dijadikan warisan budaya dunia dan sejauh apa batik bisa menjadi identitas bagi masyarakat Indonesia yang dapat terus dikenal seluruh dunia. 

Selain perayaan batik, Oktober juga diperingati sebagai bulan peringatan kanker payudara atau Breast Cancer Awareness Month.

Dalam sesi awal, peserta diajak untuk mengetahui tentang potensi kanker payudara yang dominan diderita oleh perempuan. “Kita sebagai perempuan harus pro-aktif untuk meraba area payudara, untuk deteksi dini, dan jika menemukan hal janggal langsung periksa ke dokter, jangan ditunda,” ujar dr. Santi, Jumat (11/10/2019).

Sedangkan untuk mengetahui tentang edukasi batik, Embran Nawawi menyiapkan busana batik masa kini.

Busana tersebut diperagakan oleh tiga perempuan yang diwakili oleh penyintas kanker payudara, model professional dan karyawan hotel.  

Dengan dominasi warna biru, ia memberikan penekanan bahwa warna dan motif ini adalah hasil emosional dari keadaan laut saat ini yang makin memprihatinkan. 

“Kaum milenial saat ini tahu jika batik hanya berwarna cokelat, dan ini membuktikan bahwa batik juga bisa mengikuti generasi milenial dan bisa digunakan sebagai warisan budaya masa depan,” kata Embran Nawawi.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini salah satu penyintas kanker payudara, Roza juga memberikan kisah hidup dan memberikan semangat kepada para penderita. Apapun risikonya harus dihadapi dan tetap positif untuk kesembuhan.

Kegiatan di Hotel Novotel Samator Surabaya Timur tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai penyakit kanker payudara pada kaum perempuan dan sebagai pengingat akan batik yang harus tetap dijaga untuk warisan masa depan.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com