UMY Kembangkan Market Place Kerajinan Yogyakarta

Home / Pendidikan / UMY Kembangkan Market Place Kerajinan Yogyakarta
UMY Kembangkan Market Place Kerajinan Yogyakarta Perajin di Dusun Banjarharo 1, Muntuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta sedang membuat anyaman bambu. (FOTO: UMY/TIMES Indonesia)

TIMESYOGYAKARTA, YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan promosi dan penjualan produk kerajinan melalui market place di digital. Diantaranya, penjualan produk kerajinan bagi perajin yang ada di Dusun  Banjarharo 1, Muntuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

“Dusun Banjarharjo 1 potensi besar di bidang kerajinan kayu dan bambu dimana banyak warga yang bekerja di sektor ini,” kata Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tim 96 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY, Dr. Fajar Junaedi, Rabu (15/1/2020).

Menurut Fajar, kegiatan pengabdian ini merupakan implementasi dari catur darma UMY sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah melalui program pengabdian masyarakat UMY.

“Produk kerajinan Banjarharjo memiliki peluang di market place karena dibuat dari kayu dan bambu, sementara di masyarakat kesadaran terhadap produk yang ekologis,” papar dosen Ilmu Komunikasi UMY ini.

Kepala dusun  Banjarharjo 1, Wakhid Widadi berharap, tim UMY bisa berkelanjutan dalam mempromosikan kerajinan Banjarharjo 1. “Banjarharjo memiliki potensi produk kerajinan yang bisa dikembangkan melalui program pengabdian UMY,” harap Wakhid.

Menurutnya, Banjarharjo 1 bisa dikembangkan menjadi sentra kerajinan yang menyediakan produk kerajinan warga Desa Muntuk untuk dijual kepada turis yang datang.

Lokasi Banjarharjo 1 merupakan jalur utama wisatawan dari Mangunan dan Puncak Becici sehingga potensial dikembangkan adanya sentra kerajinan dan promosinya.

“Dengan sentra produk kerajinan, wisatawan mampir dan membeli produk kerajinan bambu dan kayu dari warga,” imbuh Wakhid.

Produk kerajinan bambu dari Banjarharjo 1 yaitu tampah, tambir, tempat tisu, tempat pensil, gorong-gorong, tudung saji, piring bambu, vas bunga. Selain kerajinan dari bambu ini, Banjarharjo 1 juga merupakan penghasil meja kursi kafe, kitchen set, pintu, jendela dan meja rias.

“Produk kerajinan ini akan kami promosikan melalui digital marketing yaitu website, media sosial dan branding,” jelas Miftahul Fawwaz, ketua tim KKN UMY di Banjarharjo 1 tentang metode promosi yang dilakukan tim KKN UMY untuk mendorong kemajuan produk kerajinan di Banjarharjo 1.

Menurutnya, implementasi dari program ini adalah pembuatan website dan pendampingan pengelolaan website kepada perajin yang ada di Yogyakarta. Tujuannya agar isi website terus kontinyu mempublikasikan kerajinan meskipun program pengabdian dari UMY telah selesai. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com